Sambutan Ketua Umum

SURES KUMAR

Sures Kumar

Segala puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmat dan karunia-Nya semua ini dapat terwujud sesuai dengan cita-cita kita bersama.

Perjuangan individu masyarakat untuk mendapat peluang atau kesempatan kerja semakin tahun semakin sulit. Banyak persoalan ekonomi yang dihadapi oleh warga masyarakat baik secara individu maupun secara kolektif. Salah satu persoalan sosial ekonomi masyarakat warga Negara adalah tingginya jumlah pengangguran. Hal ini disebabkan terjadinya resesi, depresi, perbaikan dan peningkatan teknologi, pekerjaan outsourcing, secara sukarela meninggalkan suatu pekerjaan berpindah ke pekerjaan yang lain dan sedikitnya lapangan kerja yang tersedia. Banyak warga Negara yang tidak tertampung kerja yang menyebabkan sejumlah persoalan turunan seperti kemiskinan, kriminal, dan ketergantungan pada Negara dan keluarga, kerabat, menjadi tinggi dan pendapatan per kapita nasional menjadi semakin kecil.

Sebagaimana diketahui terdapat beberapa jenis pengangguran, antara lain:

  • Pengangguran Siklis (Cyclical Unemployment)
  • Pengangguran Struktural / Teknologis
  • Pengangguran Regional
  • Pengangguran Institusional
  • Pengangguran Friksional
  • Pengangguran Musiman

Selain itu terdapat juga jenis pengangguran berdasarkan potensi kerjanya yaitu:

  • Setengah Penganggur (Underemployment)
  • Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)

Berdasarkan kajian dan identifikasi tersebut, maka perlu diupayakan jalan keluar agar hak untuk bekerja dan mendapatkan perlindungan sosial tetap menjadi hal yang penting untuk diwujudkan.

Belajar dari sejarah bahwa kejayaan suatu bangsa tidaklah jatuh dari langit, melainkan harus diperjuangkan dengan kerja keras dan usaha sendiri.

Oleh karena itu kita harus berhenti mengutuk keadaan dan mulai bersatu untuk sesama, mengambil pilihan yang berbeda dari kebiasaan, serta meninggalkan cara pandang lama mengenai pekerjaan dan kesempatan kerja.

Dengan semangat mencintai bangsa dan berbagi dengan sesama anak bangsa, serta berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, telah diambil langkah nyata untuk memimpin sebuah Gerakan Nasional dalam mentransformasi pengangguran menjadi produktivitas.

Transformasi tersebut dilakukan melalui:

  • Penguatan pendidikan
  • Pengembangan industri
  • Integrasi tenaga kerja ke dalam ekosistem global

Untuk itulah dibentuk sebuah perkumpulan yang fokus pada perjuangan mengatasi masalah PENGANGGURAN dan menumbuhkan semangat kewirausahaan.

Perkumpulan tersebut bernama Asosiasi Pengangguran Seluruh Indonesia (APSINDO).

APSINDO merupakan wadah bersatunya aspirasi, inspirasi, dan potensi masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak penganggur sebagai warga negara dan turut serta mempercepat terwujudnya Negara Sejahtera.

APSINDO tidak mengesampingkan subyek penganggur, tetapi melibatkan penganggur itu sendiri untuk bangkit, kuat, dan produktif.

“Kalau menganggur jangan menyendiri, dan kalau menyendiri jangan menganggur.”

Sejahteralah bangsaku.
Selamat tinggal pengangguran.
Selamat datang martabat warga bangsa.